Masjid bukan cuma tempat sujud, tapi adalah oase paling sejuk di tengah teriknya matahari jam satu siang. Ada semacam kesepakatan tidak tertulis bahwa sudut-sudut masjid dengan pilar besar dan hembusan angin dari kipas angin langit-langit adalah tempat tidur siang paling nikmat sedunia.
Bagi yang ingin terlihat produktif tapi sebenarnya cuma cari AC gratis, perpustakaan atau toko buku besar adalah tujuannya. Di sini suasananya tenang, suhunya stabil di bawah 20 derajat, dan kamu bisa menghabiskan waktu berjam-jam cuma buat baca satu komik atau sekadar bolak-balik rak buku tanpa ada yang memarahi.
Pernah nggak kamu tiba-tiba merasa butuh banget beli sabun cuci piring atau sikat gigi baru tepat di jam dua siang? Itulah keajaiban supermarket. Lorong-lorong supermarket yang dingin, terutama di bagian dairy product atau buah-buahan segar, adalah surga dunia sementara.
Begitu jarum jam menyentuh angka empat, taman kota akan berubah jadi lautan manusia. Ini adalah tempat favorit untuk transisi dari mode "lemas" ke mode "hunting takjil". Orang-orang biasanya duduk di bangku taman, melihat anak-anak bermain, atau sekadar memandangi matahari yang perlahan turun.
Kadang, tempat terbaik adalah kamar sendiri dengan lampu dimatikan, kipas angin kecepatan maksimal, dan ponsel di tangan. Ini adalah tempat paling aman dari godaan mokel atau ajakan keluar yang menghabiskan energi.
Setiap orang punya "titik aman" masing-masing selama puasa. Apapun tempat favoritmu, yang paling penting adalah tempat itu bisa bikin kamu lupa kalau perut lagi keroncongan dan bikin puasamu tetap terjaga sampai akhir.
Kalau kamu sendiri, lebih tim "Rebahan di Masjid" atau tim "Keliling Supermarket" nih?