Di Indonesia, suara petasan seolah sudah menjadi "soundtrack" wajib untuk momen-momen tertentu. Mulai dari merayakan malam takbiran, pesta pernikahan, hingga menyambut tahun baru. Bagi sebagian orang, tanpa petasan, perayaan terasa hambar dan kurang "nendang". Namun bagi sebagian lainnya, ledakan petasan adalah sumber stres yang memicu kecemasan.
Lantas, sebenarnya petasan itu budaya yang baik atau justru kebiasaan yang perlu ditinggalkan?
Secara historis, penggunaan petasan di Nusantara dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Dahulu, petasan dipercaya dapat mengusir roh jahat dengan suaranya yang menggelegar. Seiring berjalannya waktu, maknanya bergeser menjadi simbol kegembiraan dan perayaan kemenangan.
Dalam konteks warga Indonesia, petasan sering dianggap sebagai cara untuk "meramaikan" suasana (ngarak atau nyumet). Ada kepuasan tersendiri saat melihat percikan api dan mendengar dentuman keras sebagai tanda bahwa ada sebuah hajatan besar yang sedang berlangsung.
Meski niatnya untuk memeriahkan, kita tidak bisa menutup mata terhadap dampak negatif yang ditimbulkan. Dalam lingkup bertetangga, petasan seringkali menjadi pemicu konflik karena beberapa alasan:
Jadi, apakah petasan itu baik? Jawabannya terletak pada proporsi dan empati.
Budaya yang baik adalah budaya yang tidak merugikan orang lain. Jika sebuah tradisi justru menyakiti tetangga atau membahayakan lingkungan, maka esensi dari "perayaan" itu sendiri sebenarnya telah hilang.
Di era modern ini, kita punya banyak alternatif untuk meriah tanpa harus meledakkan sesuatu:
Melalui agenda.satuwarga.com, pengurus lingkungan bisa mengambil peran penengah. Sebelum hari besar tiba, pengurus dapat membuat pengumuman atau kesepakatan bersama tentang aturan main menyalakan kembang api di lingkungan tersebut. Misalnya:
Budaya adalah sesuatu yang dinamis. Jika dulu petasan dianggap keren, mungkin sekarang saatnya kita berevolusi menjadi warga yang lebih mengutamakan kenyamanan bersama. Meriah tidak harus berisik, dan bahagia tidak harus membuat orang lain terjaga di tengah malam.
Wawasan Hari Ini: Kehangatan silaturahmi jauh lebih berharga daripada suara ledakan yang hanya bertahan sedetik. Yuk, rancang perayaan yang aman dan inklusif bagi semua usia di agenda.satuwarga.com!