Artikel ini membedah fenomena menu takjil yang paling mendominasi lidah masyarakat Indonesia, di mana Gorengan tetap memegang takhta tertinggi sebagai "lauk wajib" buka puasa, disusul oleh deretan Es Campur/Kolak sebagai penawar dahaga, serta Kurma sebagai elemen ibadah yang tak terpisahkan.
Mari kita jujur: belum sah buka puasa kalau belum ada Bakwan (Bala-bala), Tahu Isi, atau Tempe Mendoan. Meskipun semua orang tahu gorengan itu berminyak dan kurang sehat kalau dimakan berlebihan, tapi pesonanya sulit ditolak.
Di urutan kedua, ada barisan "minuman berwarna". Mulai dari Es Buah, Es Campur, sampai Es Pisang Ijo. Indonesia itu tropis, jadi saat buka puasa, otak kita otomatis mengirim sinyal butuh yang dingin dan manis.
Kalau es adalah soal kesegaran, Kolak adalah soal kenyamanan (comfort food). Perpaduan santan yang gurih, gula merah yang legit, serta aroma daun pandan itu sangat khas Ramadan.
Ini adalah satu-satunya menu yang sifatnya "wajib ada" karena alasan religius. Di setiap rumah, pasti ada minimal satu kotak kurma. Kurma adalah penyeimbang di tengah gempuran takjil modern.
Kadang kita belum mau langsung makan nasi setelah Maghrib. Di sinilah Lontong Isi (oncom atau sayur) jadi pahlawan. Biasanya dimakan bareng gorengan, lontong ini jadi jembatan sebelum kita lanjut ke menu utama setelah salat Tarawih.
Menu takjil di Indonesia itu sebenarnya adalah bentuk "Self-Reward" atau self-healing setelah berjuang menahan lapar dan dahaga selama kurang lebih 13 jam. Kita nggak cuma cari kenyang, tapi cari sensasi kriuk, sensasi segar, dan sensasi manis yang bikin hati senang.
Tapi ingat ya, se-enak apapun gorengan di depan mata, jangan lupa minum air putih dulu biar tubuh nggak kaget!
Gimana? Ada takjil favoritmu yang belum masuk daftar di atas?
